Tambang Nikel Datang, Ikan pun Hilang
Jurnalisme Data --- Sebelum masuk perusahaan tambang nikel, Sungai Pongian kondisi airnya jernih. Namun setelah perusahaan tambang masuk Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, maka air sungai berubah kecoklatan.
Hal ini terjadi karena perusahaan tambang membuang limbahnya ke sungai dan laut. Ada sekitar 17 perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Kabupaten Banggai. Namun bagaimana pengelolaan limbah perusahaan-perusahaan ini jauh dari pengawasan pemerintah.
Dampak dari limbah-limbah ini, nelayan di perairan Banggai kesulitan mendapatkan ikan. Nelayan yang tadinya cukup berlayar 30 menit dari pantai, sekarang harus berlayar 3 jam ke tengah laut agar mendapatkan ikan.
Produksi ikan di Kabupaten Banggai maupun provinsi Sulawesi Tengah pun menurun drastis. Pada tahun 2020 data yang menunjukkan produksi ikan Sulawesi Tengah menurun menjadi 150 ton dari 3 tahun sebelumnya, tepatnya tahun 2017 produksi mencapai 170 ton.
Dari penampakan kasat mata air sungai yang menjadi coklat dan menurunnya produktivitas nelayan, dugaan kuat disebabkan oleh limbah perusahaan tambang nikel.
Liputan mendalam tentang kondisi perairan di Kabupaten Banggai ini, dilakukan oleh Meiling K Siape dan Daniel Kalis yang dapat disimak di: 44 Ton Ikan Menyusut Karena Nikel, Nelayan Banggai Kehilangan Mata Pencaharian